GILANG

Geugeut Pangestu Sukandawinata, Aminudin TH Siregar

Abstract


Kematian sosok adik adalah tonggak terbesar bagi kehidupan penulis. Mengenyahkan duka dan penerimaan, menulikan diri dan diam mendengarkan, adalah sekian banyak tegangan yang dilalui yang kemudian menggiring pada pemahaman dalam menjalani takdir dan berkehendak bebas.
Dalam perubahan pilihan minatnya dari astronomi ke seni rupa, penulis banyak menengarai kesamaan di dalam eksperimen terkait. Mempertanyakan ulang pakem, lalu berkembang menjadi kritik-diri, adalah proses alamiah yang kemudian disadari belakangan sebagai dialogisme. Dialogisme adalah usaha mencari kebenaran objektif melalui tegangan berbagai kebenaran subjektif.
Pada akhirnya penulis tersangkut pada “cahaya” yang terinspirasi dari nama adik, sebagai elemen utama karya instalasi interaktif yang memanfaatkan prinsip cetak grafis. Pengunjung karya diposisikan memiliki peran sentralnya sendiri-sendiri, yang senantiasa bersinggungan hingga mustahil terdapat tafsiran mandiri. Melalui karya ini diharapkan dapat tersimulasikan dialogisme di dan diantara pikiran para pengunjung.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.