TINJAUAN ASPEK-ASPEK MANAJEMEN PADA RUANG-RUANG GAGAS SENIMAN DI BANDUNG PASCA BOOM SENI RUPA 2000AN STUDI KASUS: S.14, PLATFORM3 DAN GERILYA

Reuben Adriel Yoshua, Agung Hujatnika

Abstract


Ruang gagas seniman adalah ruang seni yang digagas dan dikelola oleh seniman. Di Bandung, ruang gagas seniman sudah bermunculan sejak tahun 1950an hingga sekarang. Sayangnya banyak diantara ruang tersebut yang sudah tutup karena berbagai kendala, salah satunya adalah pada sistem manajemen. Penelitian ini berusaha mencari dan merumuskan kelebihan serta kekurangan sistem manajemen yang dilakukan oleh ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an di Bandung. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian terhadap arsip ruang-ruang tersebut serta melakukan wawancara dengan para pengelolanya. Dalam menganalisa data-data temuan, digunakan pendekatan dari teori medan seni dan manajemen seni. Ruang-ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an memiliki perbedaan gagasan pendirian dengan ruang-ruang pada periode sebelumnya sehingga sistem manajemen yang diterapkan pun berbeda. Program ruang-ruang ini tidak membatasi diri dari kecenderungan tertentu sehingga tidak memiliki kesulitan pengelolaan yang sama dengan pendahulunya. Meski demikian, ruang-ruang ini masih memiliki kelemahan dalam sistem manajemennya. Walaupun memiliki upaya untuk mempertahankan keberlangsungan ruangnya, ruang-ruang ini belum memiliki fokus dalam upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi, tetapi lebih fokus untuk terus melaksanakan program yang dirancang dalam jangka waktu yang pendek. Ruang-ruang ini perlu membuat target untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut dibandingkan terus merancang program untuk mempertahankan keberlangsungannya dalam jangka waktu yang panjang.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.