ANALISIS LUKISAN LEE MAN FONG PERIODE 1950-1965 KOLEKSI ISTANA NEGARA

Poppy Rahayu, Ira Adriati

Abstract


Lukisan Cina merupakan suatu entitas kesenirupaan yang mempunyai kaidah serta dalilnya tersendiri yang membuat karya-karya lukisnya menjadi unik dan menjadi ciri khas. Pada karya tulis ini, khususnya, membahas lukisan-lukisan Cina karya Lee Man Fong yang pada latar belakangnya merupakan seniman diaspora Cina yang tinggal dan bekerja di Indonesia dan sempat menjadi ajudan kepercayaan Presiden Soekarno untuk hal-hal penyeleksian karya seni di kalangan Istana Negara. Pada rumusan masalahnya mencoba untuk menjelaskan aspek-aspek estetis ditinjau dari pemahaman seni lukis Cina Tradisional yang berangkat dari kaidah-kaidah seni lukis Cina Kuno. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Lukisan yang dipilih merupakan beberapa karya Lee Man Fong yang dihasilkan pada masa produktifnya selama dua dekade, yaitu dari tahun 1950 sampai 1970-an sebanyak enam buah, di antaranya: “Dua Ikan Mas Hitam”, “Warung di Bali”, “Taman Pei Hai”, “Wanita Bali Menenun”, “Wanita Bali Membawa Bakul”, dan “Wanita Jepang dengan Kipas”. Adapun metode analisis yang diaplikasikan berupa pendekatan Kritik Seni Rupa Feldman dan Teori Seni Lukis Cina dengan menggunakan Enam Prinsip Lukisan Cina untuk meninjau aspek-aspek estetis dari sampel-sampel tersebut. Pada evaluasinya juga digunakan pendekatan transformasi budaya untuk melihat pemetaan historis dari tiap-tiap karyanya pada medan seni rupa Indonesia pada saat karya tersebut dihasilkan dan didistribusikan. Dalam bagian akhir laporan penelitian ini, terdapat kesimpulan bahwa enam lukisan terpilih yang menjadi sampel menunjukkan tema dan visualisasi khas Cina dengan tema simbolisme hewan, juga tema khas Indonesia dengan visualisasi keseharian masyarakat Bali pada beberapa lukisannya. Adapun teknik yang diaplikasikan menggunakan teknik seni lukis Cina tradisional.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.