ANALISIS ESTETIS LUKISAN KACA CIREBON TEMA SEMAR DAN MACAN ALI

Yustina Intan Intan Wulandari, Ira Adriati, Irma Damajanti

Abstract


Abstrak

Cirebon adalah kota yang terletak pada perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta berbatasan dengan Laut Jawa. Posisinya sebagai kota pelabuhan membuat berbagai budaya masuk ke dalam Cirebon. Lukisan kaca Cirebon adalah salah satu seni tradisional yang berkembang di Cirebon dari masuknya berbagai kebudayaan seperti Cina, Islam, dan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih lanjut perkembangan lukisan kaca Cirebon yang lebih difokuskan pada lukisan kaca Cirebon dengan obyek Semar dan Macan Ali.

Sampel yang digunakan adalah lukisan kaca Semar dan Macan Ali. Pelukis yang menjadi sampel adalah salah satu pelukis yang menjadi pelopor kemajuan lukisan kaca yaitu Rastika, serta pelukis lain yang masih aktif menghasilkan lukisan hingga sekarang. Berbagai lukisan Semar dan Macan Ali akan dibandingkan untuk memperlihatkan variasi obyek dan latar belakang yang dibuat oleh pelukis kaca, seperti bentuk kaligrafi, bentuk dasar obyek, dan pengolahan latar belakang. Hasil perbandingan tersebut akan memperlihatkan sejauh mana pengrajin melakukan perubahan-perubahan dalam visual lukisan kaca yang mereka buat yang dibandingkan dengan karya-karya klasik yang sudah ada.

Hasil analisis kualitatif pada penelitian menunjukkan pengrajin lukisan kaca melakukan perubahan visual berdasarkan kesadaran akan komposisi obyek lukisan kaca, pada kasus lain susunan visual dipertahankan sama dengan karya-karya klasik dengan penambahan maupun pengurangan obyek pendukung lainnya seperti mega mendung, wadasan, stilasi tumbuhan, dan bagian latar belakang lukisan. Obyek utama tidak mengalami banyak perubahan, Semar tetap mengikuti bentuk dasar wayang Cirebon, dan lukisan kaca Macan Ali masih mengikuti bentuk Macan Ali yang sudah ada pada karya-karya klasik.

Kata Kunci : analisis estetis, Cirebon, lukisan kaca, Macan Ali , Semar

 

Abstract

Cirebon is a city which located in the province of West Java, near the border of Central Java, and Java Sea. Its position as port city had attracts merchants and made Cirebon to be influenced with many cultures. Cirebon glass painting is a traditional craft which showed how several cultures such as Chinese, Islam, Hindu combined as one. This research was conducted to find the development in Cirebon glass painting compare to the classic works.

Cirebon glass painting with primary object Semar and Macan Ali was chosen. One of glass painting pioneer, Rastika, also some artisan who still actively producing glass paintings. The glass paintings were compared to show how the object variation, background development, and caligraphy. Changes, especially in visual, will be compared with the classic works such as works those could be found in Cirebon palace, Keraton.

The research showed some glass painting artisans made some changes in visual based of the composition. The primary objects, Semar or Macan Ali, don't have  lots of changes, the difference between paintings only in minor features. For example is the placing of minor objects mega mendung and wadasan, plant ornament, and the background. Semar visualization in glass painting is similar with Semar visualization in Cirebon traditional puppet. The visualization in Macan Ali glass painting have similarity with the classic works such as tlawungan and wall hangings made of animal skin.



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.