PERANCANGAN TRIBUTE MOTION COMIC “THANDARA DAN ARSIP GUNDALA”

Rangga Priadinta, Alvanov Zpalanzani

Abstract


Pada tahun 1969 dunia komik Indonesia dimasuki oleh gelombang pertama komik superhero. Komik superhero ini terpengaruh oleh komik komik amerika pada Periode 1940-1969 yang biasanya menceritakan tentang petualangan seseorang dengan kemampuan yang melebihi manusia biasa. Salah satu komikus yang dikenal pada tahun 1969 tersebut adalah Hasmi, dengan karyanya Gundala Putra Petir yang berlanjut sebagai serial komik sampai dengan terbitan terakhirnya pada tahun 1988. Semenjak itu sudah dilakukan beberapa usaha untuk mengembalikan komik komik superhero patriot ini membentur kendala dengan stagnansi dari demografi pembaca. Dibutuhkan pemicu baru untuk menarik para pembaca generasi baru Indonesia untuk mengawetkan komik komik super hero patriot ini pada tahun 2010-an. Dengan demikian tujuan utama membuka demografik baru untuk karakter baru dalam dunia komik super hero Indonesia dapat menjadi legendaris seperti hal nya Gundala dan Godam pada zaman keemasan Wid NS dan Hasmi. Dapat tercapai dalam lingkup target 15-25 tahun khususnya pria, dan image original karakter karakter tersebut masih dapat diapresiasi oleh generasi lama yang telah menikmati Gundala, Godam, Maza, dan Pangeran Mlaar mulai dari tahun 1969. Dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan eksplorasi baik dalam aspek media serta cerita untuk mengangkat appeal komik komik superhero ini sebagai tribute, bukan melewati proses redesain.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.