EVALUASI EFEKTIVITAS INTERIOR BANGUNAN HIJAU KOMUNITAS SALIHARA BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNANYA

Melinda Nastasya, Ruly Darmawan

Abstract


Bangunan Komunitas Salihara merupakan salah satu bangunan hijau yang ada di Indonesia. Dibangun pada tahun 2008, bangunan yang berupa kompleks ini dirancang oleh tiga arsitek Indonesia—Adi Purnomo, Marco Kusumawijaya, dan Andra Matin—yang masing-masing merancang tiga bangunan yang berbeda: teater, galeri, dan kantor. Konsep ramah lingkungan diterapkan pada perancangan Salihara ini. Di sisi lain, Komunitas Salihara, yang termasuk pengguna tetap bangunan, memiliki berbagai program kegiatan yang diselenggarakan tiap tahunnya dengan tema berbeda. Sebagai pusat kesenian dan kebudayaan swadaya, Komunitas Salihara memiliki visi-misi untuk terus memelihara kebebasan berpikir dan berekspresi di masyarakat. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai bagaimana hubungan antara bangunan yang berkonsep hijau ini dengan aktivitas pengguna di ruang interior. Melalui metode observasi sebagai metode utama, ditemukan bahwa pengguna tidak menerima konsep bangunan secara orisinal seutuhnya langsung dari arsitek. Terdapat dampak yang ditimbulkan dari penerapan konsep hijau terhadap aktivitas interior pengguna. Maka demi kepentingan kebutuhan aktivitas tersebut, pengguna melakukan tindakan melalui proses adaptasi yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas konsep hijau bangunan Komunitas Salihara.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.