ANALOGUE PHOTOGRAPHER CENTER

Geovani Dilla, Prabu Wardono

Abstract


Meningkatnya penggunaan media fotografi dalam berbagai kegiatan, serta munculnya klub – klub terkait dalam bidang tersebut menunjukkan tingginya perkembangan dalam dunia fotografi pada masa ini. Perkembangan kamera dalam fotografi pun telah terjadi dengan cepat, dimulai sejak era kamera analog, yang kemudian berevolusi menjadi digital. Peralihan fotografi ke era digital ini menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Setiap fenomena menimbulkan fenomena lainnya, dalam hal ini fenomena digital fotografi menyebabkan terlahirnya fenomena analog fotografi. Analog fotografi berkembang menjadi sebuah budaya urban yang banyak dilirik oleh masyarakat pada masa kini. Berdasarkan perkembangan yang terjadi, di Indonesia sendiri jumlah penggemar fotografi semakin tinggi dan kepemilikan seseorang terhadap kamera sudah menjadi sesuatu yang umum,khususnya kamera analog (re:lomo). Bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah lifestyle, namun pada beberapa kalangan tertentu kepemilikan akan kamera bukan hanya sebagai gaya hidup saja, tetapi juga menjadi sebuah alat untuk menyalurkan kreativitas dan ekspresi mereka. Sayangnya sarana fotografi yang tersedia masih sangat minim dan terbatas pada jasa pembelian dan perbaikan saja. Melihat tingginya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap fotografi,khususnya fotografi analog, pengadaan fasilitas untuk bidang kamera menjadi cukup penting keberadaannya, agar masyarakat dapat memperoleh edukasi dan informasi mengenai kamera. Fasilitas ini pun berfungsi untuk menunjukkan kreativitas dan bakat anak muda Indonesia dalam bidang fotografi melalui karya – karya fotonya kepada masyarakat umum.. Abstract The increasing use of photographic media in a variety of activities, as well as the emergence of the club - the club is involved in the field showed high growth in the world of photography at this time. The development of the photographic camera also has occurred rapidly, beginning the era of analog cameras, which later evolved into digital. Transition photography into the digital age poses many pros and cons in the community. Every phenomenon raises other phenomena, in this case the phenomenon of digital photography led to the phenomenon of replacement for analog photography. Analog photography developed into an urban culture that many ogled by the public today. Based on the developments, in Indonesia alone the higher number of photography enthusiasts and ownership of one of the cameras have become common, especially analog cameras (re: lomo). It can even be said to be a lifestyle, but in some certain circles ownership of the camera is not just a lifestyle, but also becomes a tool to channel their creativity and expression. Unfortunately the available means of photography is still very minimal and limited to the purchase of services and repairs only. Seeing the high appreciation of the people of Indonesia to photography, analog photography in particular, provision of facilities for the field of the camera to be quite important, so that people can get education and information about the camera. This facility also serves to demonstrate the creativity and talent of young people of Indonesia in the field of photography through the work - the work of his picture to the public .
1. Pendahuluan
Latar Belakang Setiap fenomena dapat menimbulkan fenomena lainnya, fenomena digital fotografi menimbulkan fenomena terlahirnya analog fotografi. Analog fotografi sendiri bukan hanya sekedar teknik dan aliran dalam dunia fotografi, tetapi juga merupakan sebuah budaya urban yang pada masa ini banyak sekali dilirik oleh masyarakat pada umumnya. Dimana aktivitasnya timbul akibat pertemuan budaya digital modern dan interest yang jenuh akan apa yang sudah ada. Budaya ini tumbuh dan menyesuaikan diri pada ruang-ruang publik. Berdasarkan perkembangan tersebut, kepemilikan seseorang akan kamera analog di masa sekarang ini bukanlah hal yang aneh lagi. Bahkan menurut mereka, kamera sudah menjadi sebuah benda penting yang wajib untuk dimiliki dan dibawa kemana saja untuk mengabadikan moment yang mereka lalui. Namun pada beberapa kalangan tertentu, kamera bukan hanya sekedar sarana untuk mendokumentasikan semata tetapi sudah menjadi alat untuk menyalurkan kreativitas dan ekpresi mereka, tak jarang dari mereka melihatnya sebagai sebuah prospek yang cerah,yang bila dikembangkan dengan baik dapat dijadikan sebuah karir.
Sayangnya sarana fotografi yang berfungsi sebagai media berekspresi dan menampung kreativitas para komunitas masih sangat sedikit. Hal ini tidak seimbang dengan perkembangan fotografi dan kebutuhan manusia sendiri terhadap

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.