Eksplorasi Teknik Heat Transfer Printing dengan Zat Warna Dispersi pada Kain Sintetis

Haiti Nadewa Hirarosa

Abstract


Seiring perkembangan jaman dan teknologi, perkembangan pada industri tekstil pun turut berkembang. Setelah tekstil sintetis berkembang di industri tekstil pada tahun 1920-an, teknik pengolahannya pun turut mengalami perkembangan dikarenakan tekstil sintetis memiliki sifat hydrophobic dan thermoplastic. Zat warna yang dirasa cocok untuk mewarnai tekstil sintetis adalah zat warna disperse yang berkembang pada awal tahun 1940. Kemudian ditemukan suatu teknik olah latar tekstil tersebut setelah beberapa percoban dengan zat warna disperse di tahun yang sama. Percobaan yang dilakukan didasari oleh sifat zat warna disperse yang ringan dan mudah tersublimasi jika terkena panas, didukung oleh sifat tekstil sintetis yang thermoplastic yaitu tenunannnya memiliki tendensi untuk meregang ketika terkena panas dan tekanan. Zat warna dispersi diwarnai diatas medium kertas yang kemudian diletakkan diatas kain sintetis kemudian diberikan perlakuan panas dan tekanan. Zat warna disperse yang tersublimasi akan berpindah dari kertas masuk ke pori-pori kain sintetis yang sedang meregang dan saat temperatur kembali pada suhu normal, struktur kain akan kembali ke sedia kala dan mengikat zat warna pada permukaan kain. Sehingga heat transfer printing menjadi salah satu teknik tekstil modern untuk reka latar kain sintetis.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.